Lorentz, Bercampurnya Kekayaan Alam dan Budaya Papua

by frezzia

Reporter: Rizky Fitria

Serpong, Tangerang –Sebagai salah satu warisan alam Indonesia, keanekaragaman hayati Taman Nasional Lorentz menjadi perwakilan ekosistem terlengkap di Asia Tenggara dan Pasifik.

Sebanyak 34 tipe vegetasi alam, 630 jenis burung, dan 123 jenis mamalia mendiami kawasan yang diresmikan sebagai taman nasional pada 1997. Selain itu, adanya gletser di Puncak Jaya menjadi keunikan bagi tempat wisata yang terletak di daerah tropis ini. Taman nasional Lorentz merupakan salah satu dari tiga kawasan di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis.

UNESCO menetapkan Taman Nasional Lorentz sebagai situs warisan alam dunia dan oleh negara-negara ASEAN sebagai warisan alam ASEAN.

Bukan hanya warisan alam yang disediakan Taman Nasional Lorentz. Keanekaragaman budaya pun tinggal didalamnya bersama beberapa suku, seperti suku Nduga, Dani Barat, Amungme, Sempan, dan Asmat.

Hasil keterampilan pahatan kayu suku Asmat sendiri sangat terkenal di Indonesia. Dalam kepercayaan suku primitif dari selatan Papua ini, pohon dianggap sebagai tempat para arwah nenek moyang mereka hidup. Karena itu, sebuah pohon dipersonifikasikan sebagai tubuh manusia, dahan-dahannya diibaratkan lengan, dan buahnya dianggap sebagai kepala manusia.

Editor: Prisca Triferna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: