Kesenian Indonesia Bernuansa Magis

by stefanyovita

Reporter : Stephanie Yovita

”Ada satu permainan, permainan unik sekali, orang naik kuda tapi kuda boong. Namanya kuda lumping. Itu kuda lumping, kuda lumping, kuda lumping lompat-lompaatan.” Sebait lagu Rhoma Irama ini merupakan siratan dari permainan kesenian rakyat Jawa yang masih tumbuh hingga sekarang.

Tarian tradisional ini dimainkan secara “ tidak berpola” oleh rakyat kebanyakan.

 

 

 

 

 

 

Awal mulanya, seni kuda lumping merupakan simbolisasi bahwa rakyat juga memiliki kemampuan dalam menghadapi musuh ataupun melawan kekuatan elite kerajaan yang memiliki bala tentara.

Cara permainan dari kuda lumping ini dimainkan menggunakan kuda bohongan yang terbuat dari anyaman bambu serta diiringi dengan musik gamelan seperti gong, kenong, kendang dan slompret yang mampu membuat penonton terkesima oleh setiap atraksi penunggang kuda lumping. Hebatnya, pemeran kuda lumping diperankan oleh gadis-gadis yang berpakaian layaknya prajurit kerajaan. Tetapi sekarang, pemain kuda lumping lebih banyak dilakoni oleh pria.

Bunyi sebuah pecutan (cambuk) besar yang sengaja dikenakan para pemain kesenian ini, menjadi awal permainan dan masuknya kekuatan mistis yang bisa menghilangkan kesadaran si-pemain. Dengan menaiki kuda dari anyaman bambu tersebut, penunggang kuda yang pergelangan kakinya diberi kerincingan ini pun mulai berjingkrak-jingkrak, melompat-lompat hingga berguling-guling di tanah. Selain melompat-lompat, penari kuda lumping pun melakukan atraksi lainnya, seperti memakan beling dan mengupas sabut kelapa dengan giginya. Beling (kaca) yang dimakan adalah bohlam lampu yang biasa sebagai penerang rumah kita. Lahapnya ia memakan beling seperti layaknya orang kelaparan, tidak meringis kesakitan dan tidak ada darah pada saat ia menyantap beling-beling tersebut.

Sebagai aksi yang berbahaya dan mistis, tarian kuda lumping ini harus dilakukan di bawah pengawasan pimpinan supranatural. Pimpinan ini biasanya memiliki ilmu gaib yang dapat mengembalikan “pemain kuda lumping” kembali pada kesadaran awalnya. Dan juga ia dapat menenangkan si pemain jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan begitu, permainan kuda lumping ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang tetapi harus menggunakan petunjuk dan arahan yang berlaku.

Editor : Efraim Tirto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: