Wakatobi, Surga Dunia Indonesia

by rizkyfitria

Reporter: Rizky Fitria

SERPONG, TANGERANG – Wisata alam laut Wakatobi yang menyimpan 750 spesies dengan 25 buah gugusan terumbu karang, kian menjadi daya tarik banyak pengunjung.

Wakatobi merupakan singkatan dari empat nama pulau besar, yaitu Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko di Kepulauan Tukang Besi, Sulawesi Tenggara. Sumber daya alam laut yang dimilikinya menjadikan Wakatobi sebagai taman nasional sejak 30 Juli 1996.

Terumbu karang tunggal terbesar di dunia, Wakatobi menjadi surga bagi para pencinta wisata bahari. Dasar laut terdalam mencapai 1.044 meter.

Ikan hias warna-warni tampak bermain-main di sela-sela terumbu karang yang eksotis. Hamparan terumbu karang terbentang luas dengan topografi bawah laut yang kompleks, seperti bentuk slope, flat, drop off, atoll, dan underwater cave ditambah kekayaan biota laut.

Potensi tersebut menjadikan kawasan ini sangat menyenangkan untuk surfing, snorkeling, dan wisata memancing.

Biasanya, musim kunjungan ramai antara April sampai Juni dan Oktober hingga Desember. Pada musim tersebut ombak sangat bersahabat, tenang sekaligus nyaman.

Selain dimanjakan dengan pemandangan bawah laut, Wakatobi juga menyimpan keagungan budaya serta jejak-jejak peninggalan masa lalu. Di wilayah ini banyak terdapat benteng dengan ragam bentuk dan ukuran yang berdiri tegak di puncak bukit, antara lain Benteng Liya, Benteng Mandati Tonga, Benteng Tindoi di Wangi-Wangi dan Wang Selatan. Benteng Ollo dan Benteng Kamali di Kaledupa, Benteng Pattua di Tomia dan Benteng Palahidu di Binongko.

Tiap-tiap benteng menawarkan pemandangan alam yang menawan. Masjid-masjid tua, kuburan-kuburan tua, peralatan-peralatan kerajaan, dan benda-benda purbakala lainnya merupakan  peninggalan bersejarah yang tersedia.

Masyarakat Wakatobi  terampil dalam menghasilkan berbagai kerajinan tradisional. Keterampilan sarung tenun yang dibuat menggunakan alat tradisional dan dikenal dengan kerajinan “Homoru”. Keunikan dari kerajinan pembuatan sarung tenun ini bukan hanya pada cara pembuatannya, melainkan juga motif sarung yang berkarakter dan penuh ornamen-ornamen seni.

Ada pula, keterampilan mengolah bambu, rotan, tempurung kelapa, dan sutra untuk dijadikan gelang, kalung, sarung leja, layang-layang tradisional, keranjang bambu, bubu, tembikar, dan sebagainya.

Bagi Anda yang berniat ke Taman Laut Wakatobi tak perlu khawatir soal penginapan. Tersedia Wakatobi Dive Resort di Pulau Onemobaa-Tomia. Tempat menawarkan program wisata scuba diving yang berstandar dunia.

Akses menuju Wakatobi juga cukup mudah dijangkau. Dari Ibukota Provinsi Kendari gunakan kapal cepat menuju Bau Bau dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Dari Bau Bau perjalanan dilanjutkan ke Wangi-wangi menggunakan kapal motor reguler dan akan menempuh sekitar 8 jam. Dari Wangi Wangi tersedia pelayaran dengan kapal reguler setiap hari ke Kaledupa (Hoga), Tomia (Onemobaa), dan Binongko kurang-lebih 2 sampai 4 jam perjalanan.

Editor: Prisca Triferna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: