Nasi Goreng, Nasi yang Sudah Merakyat

by rizkyfitria

Reporter: Rizky Fitria

Serpong, Tangerang – Nasi goreng bukan menu asing bagi masyarakat Indonesia. Panganan ini sifatnya egaliter, sangat mudah dijumpai, mulai dari tepi jalan ala kaki lima hingga restoran berkelas dan hotel mewah.

Selain egaliter, nasi goreng juga demokratis. Disebut demokratis, selama bahan utamanya nasi yang diolah dengan digoreng, maka bisa disebut nasi goreng.

 “Geef mij maar nasi goreng met een gebakken ei
(berikanlah saya nasi goreng dengan telur goreng)
Wat sambal en wat kroepoek en een goed glas bier erbij”
(sambal dan kerupuk secukupnya tambah juga segelas bir)

Penggalan bait lagu di atas berjudul Geef Mij Maar Nasi Goreng diambil dari lagu Belanda kuno. Lagu tersebut dinyanyikan Wieteke van Dort alias Tante Lien, seorang Belanda yang lahir di Surabaya.

Nasi goreng atau hanzi berasal dari daratan China yang kemudian tersebar ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia oleh para perantau. Mereka pun menciptakan nasi goreng khas lokal.

Sifat dan kondisi budaya masyarakat yang tidak suka membuang makanan, seperti nasi putih melatarbelakangi kemunculan nasi goreng. Sehingga, sisa nasi kemarin yang sudah sedikit pera atau keras ,digoreng untuk dapat dimakan lagi.

Bahan pokok pembuatan nasi goreng sebenarnya hanya terdiri dari nasi, minyak goreng, dan kecap manis. Kini, nasi goreng mendapat tambahan bumbu lain, seperti bawang merah, bawang putih, cabe merah, garam dan penyedap rasa sehingga mampu menggoyang lidah.

Dahulu, warga perantau Tionghoa membuat  kecap atau kie tjap dari sari ikan. Namun, para perantau yang tinggal di Jawa membuat kecap dengan bahan dasar kedelai. Akibatnya, hingga kini kecap dikenal terbuat dari kacang kedelai.

Wisata kuliner nasi goreng

Kecintaan pada nasi goreng sebagai masakan yang merakyat, memunculkan pilihan beragam bagi para penikmatnya. Masakan padang ternyata tidak melulu rendang dan kuah berlemak, serta sambal pedas. Warung kaki lima”Surya Bundo” yang terletak di depan gedung PDAM dago menyediakan menu nasi goreng padang. Bagi Anda penikmat pedas, nasi goreng ini sangat direkomendasikan untuk dicoba.

Ingin mencicipi nasi goreng kambing dengan tekstur bumbu seperti kari? Coba saja datangi Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih yang buka setiap hari dari pukul 17.00-02.00 WIB. Lokasinya dekat Monas dan Jalan Sabang. Di tempat ini, Anda akan menikmati nasi goreng kambing dengan taburan bawang goreng dan emping.

Untuk dapat menikmati nasi goreng ini, Anda harus merogoh kocek Rp19.000 untuk nasi goreng ukuran biasa, Rp12.000 jika memesan setengah porsi, dan Rp31.000 untuk porsi jumbo.

Ada lagi variasi lain dari menu nasi goreng. Misalnya saja nasi goreng yang disediakan Ming Resto di Setiabudi One. Nasi goreng Fukien atau Fujian dan nasi goreng Yangzhou adalah nasi goreng yang berasal dari negeri China.

Nasi goreng Fujian berisi potongan jamur shiitake, cincangan batang brokoli, daging sapi, dan udang, yang disajikan dengan saus tiram di atasnya. Sedangkan, nasi goreng Yangzhou biasa disajikan dengan campuran cincangan baby buncis, telur, daun bawang, udang, dan ayam.

Editor: Prisca Triferna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: