Yogyakarta dan Keseniannya

by matortor
Foto : Stephanie Yovita

“Pahatan penuh makna” - Yogyakarta, Borobudur.

Siapa yang tak mengenal candi Borobudur?

Dalam suatu bangunan candi ini terdapat relief-relief yang menarik pengunjung. Pahatan yang merupakan serangkaian cerita suatu bingkai untuk satu adegan yang saling mempunyai keterkaitan. Candi ini terdiri dari tiga bagian utama yaitu kaki, badan, dan kepala candi. Suatu hal yang unik, bahwa candi ini ternyata memiliki arsitektur dengan format menarik atau terstruktur secara matematika. setiap bagain kaki, badan dan kepala candi selalu memiliki perbandingan 4:6:9. Penempatan-penempatan stupanya juga memiliki makna tersendiri, ditambah lagi adanya bagian relief yang diperkirakan berkatian dengan astronomi menjadikan borobudur memang merupakan bukti sejarah yang menarik untuk di amati.

“Gambang Kromong, paduan musik Indonesia dan Tinghoa” - Yogyakarta.

Gambang kromong atau yang biasa ditulis gambang keromong merupakan musik asal Betawi yang penyebarannya dilakukan di daerah Betawi. Tetapi pada dasarnya gambang kromong merupakan sejenis orkes yang memadukan gamelan dengan alat musik Tionghoa. Sebutan gambang kromong diambil dari dua nama yaitu gambang dan kromong. Lagu-lagu yang dibawakan dalam permainan musik ini bertemakan humor, penuh gembira, daan kaadangkala bersifat hinaan atau ejekan. Pembawaan lagunya biasanya digilir antara wanita dan pria.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: