Masalah Perkawinan Masyarakat Tugu

by stefanyovita

Reporter : Anastasia Hilda

Kampung Tugu merupakan kampung yang terdapat di wilayah Koja, Jakarta Timur wilayah Tanjung Priok. Kampung Tugu pada saat ini masih memiliki beberapa penduduk asli keturunan Portugis. Terlihat juga beberapa rumah yang masih bergaya Betawi dengan sentuhan Portugis di dalamnya dan ada pula rumah yang sudah dibangun semenjak tahun 1661 yang sampai saat ini digunakan sebagai tempat berkumpulnya penduduk untuk berlatih Keroncong Tugu yang merupakan ciri khas Kampung Tugu.

Kampung tugu merupakan kampung tertua di Indonesia. Hal ini menarik banyak orang dengan batu Tugu yang menjadi prasasti dan merupakan sejarah Kampung Tugu. Selain itu masih ada gereja tua yang berdiri tegak dan masih aktif digunakan oleh masyarakat sebagai tempat ibadah umat Protestan.

Pada saat ini, penduduk asli Portugis sudah jarang ditemukan. Di kampung ini hanya beberapa orang yang masih keturunan asli Portugis. Orang-orang asli keturunan Portugis sudah banyak pindah ke daerah lain dan pada saat ini kebanyakan penduduk dari daerah lain yang sudah masuk dan tinggal di daerah Kampung Tugu. Adanya beberapa faktor yang menyebabkan yaitu salah satunya adanya perkawinan silang dengan masyarakat luar ataupun tuntutan pekerjaan yang mengharuskan untuk pindah ke daerah luar, sedikitnya perkawinan antara sesama masyarakat Tugu yang disebabkan oleh populasi penduduk Tugu asli yang jumlahnya semakin sedikit.

Kampung tugu lebih mementingkan kekeluargaan yang erat oleh karena itu didirikan organisasi IKBT (Ikatan Keluarga Besar Tugu). Dengan melihat langsung festival tugu, dapat dikatakan bahwa IKBT tidak gampang menyerah dalam melestarikan kebudayaan dan sejarah-sejarahnya. Disamping itu IKBT juga mengundang anak-anak muda dari komunitas lainnya untuk mempererat kekeluargaan dan juga mengenalkan kolaborasi antarbudaya.

Dengan sejarah yang kuat, masyarakat tidak mau kehilangan bahasa Portugis begitu saja, oleh karena itu masyarakat sepakat untuk berusaha melestarikan bahasanya melalui kerja sama dengan sekolah SDN yang terdapat di dalam Kampung Tugu.  Mereka diajarkan bahasa Portugis agar generasi selanjutnya menjadi lebih sadar dan tetap memperkuat sejarah Kampung Tugu.

Editor : Stephanie Yovita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: